Serba Serbi

ini 5 Makanan yang Wajib kita coba Ketika Berkunjung ke Surabaya

ini 5 Makanan yang Wajib kita coba Ketika Berkunjung ke Surabaya

Surabaya merupakan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota yang identik dengan lambang ikan sura dan buayanya ini tak pernah hilang pesonanya dari masa ke masa. Surabaya juga memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal maupun luar.

Selain karena statusnya sebagai ibu kota provinsi Jawa Timur, Surabaya juga dikenal khalayak luas sebagai kota yang penuh sejarah, khususnya sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo di masa kolonial Inggris, Belanda, hingga Jepang. Hal ini pula yang membuat Surabaya dijuluki “Kota Pahlawan”. Di Surabaya, kita dapat menjumpai banyak bangunan dan monumen yang menjadi saksi bisu kegigihan warga Surabaya dan sekitarnya dalam memerangi dan mengusir para penjajah, di antaranya adalah monumen Tugu Pahlawan, Hotel Yamato, Jembatan Merah, dan Monumen Jenderal Soedirman. Selain tempat-tempat bersejarah, Surabaya juga menawarkan destinasi wisata alam yang patut kita jadikan referensi liburan, seperti Pantai Kenjeran, Hutan Bambu, Hutan Mangrove, dan taman Bungkul.

Nah, setelah kamu membaca sekilas tentang tempat wisata di Surabaya, pastinya salah satu yang terbesit di benakmu adalah mengenai kuliner khas Suroboyo-an. Berbicara tentang kuliner, Surabaya pun tak kalah dengan kota-kota lain di Indonesia. Ada sejumlah makanan khas yang wajib dicicipi ketika berkunjung ke kota yang berusia 726 tahun ini. Apa saja santapan-santapan khas Kota Pahlawan ini? Berikut ini beberapa daftarnya.

  • Lontong Balap

Rasanya orang-orang tidak akan percaya bahwa kamu telah berkunjung ke Surabaya jika kamu tidak bercerita pengalamanmu mencicipi makanan yang menjadi ikon Kota Pahlawan ini. Ya, Lontong Balap. Menu yang satu ini adalah makanan yang sangat popular dan digemari oleh warga Surabaya dan sekitarnya.

Lontong Balap merupakan jenis makanan berkuah yang berisi potongan lontong, tauge, tahu goreng, mie kuning, serta lentho kacang dan disajikan dengan sambal petis. Makanan ini dominan rasa gurih dan sedikit manis dari kuahnya dan pedasnya sambal petis. Lontong balap lazim dinikmati dengan sate kerang yang menambah lezat kuliner Suroboyoan ini.

  • Tahu Tek

Masih berbau petis, menu ketiga ini tak boleh kamu lewatkan. Dinamakan tahu tek karena biasanya si penjual mendorong gerobaknya keliling sambal memukul-mukul wajan (penggorengan) dengan spatula sehingga menimbulkan bunyi “Tek Tek Tek”. Makanan ini agak mirip dengan rujak cingur, terbuat dari tahu, kentang, tauge, timun, dan irisan telur dadar yang diberi bumbu petis dan kacang dengan rasa pedas manis. Tahu tek tak akan komplit kalau tidak disajikan dengan taburan kerupuk udang kecil di atasnya.
Sayangnya, makanan ini hanya dapat kita jumpai di sore dan malam hari. Hampir tidak ada bakul tahu tek yang berjualan di pagi atau siang hari. Agaknya tahu tek memang lebih cocok disantap di malam hari sambil menonton TV atau bercengkrama dengan teman-teman di warung kopi.

  • Rujak Cingur

Menu kedua yang wajib kamu coba ketika melancong ke Surabaya adalah rujak cingur. Makanan ini pun sangat familiar di Surabaya dan sangat mudah kita jumpai di pedagang kaki lima hingga rumah makan. Bahan utama rujak cingur adalah cingur (hidung) sapi yang dipadu dengan tahu, tempe, lontong, kangkung, tauge, dan timun (beberapa pedagang menambahkan buah-buahan seperti nanas, mangga mudah, dan bengkuang) kemudian disiram dengan bumbu yang terbuat dari petis, kacang tanah, cabe, dan pisang kluthuk mentah. Makanan ini dominan rasa pedas manis dan gurih nikmat. Satu porsi rujak cingur biasa dijual seharga Rp10-15 ribu. Sangat terjangkau, bukan?

  • Semanggi Surabaya

Resepnya pun terbilang simple. Daun semanggi dan tauge disiram dengan bumbu yang terbuat dari kacang tanah, ubi rebus, gula merah, dan bumbu lainnya yang dihaluskan. Semanggi Surabaya umumnya disajikan dengan kerupuk puli beras yang rasanya gurih. Makanan ini mudah kita jumpai di pagi hari di tepi-tepi jalan di Surabaya. Kamu yang kebetulan berada di Surabaya, pastikan menyempatkan untuk sarapan dengan semanggi Surabaya.

Semanggi merupakan sejenis dedaunan yang biasanya kita jumpai di pematang sawah dan pekarangan rumah yang memiliki tanah lembap. Oleh warga Surabaya, tanaman ini ‘disulap’ menjadi sajian yang memanjakan lidah siapapun yang menyantapnya.

  • Rawon Empal

Sebenarnya, rawon sudah sangat popular hampir di seluruh penjuru Indonesia. Namun, mencoba Rawon di kota asalnya pastinya memberikan kesan tersendiri bagi kamu. Ya, Surabaya merupakan kota asal makanan yang legendaris ini.

Rawon sendiri adalah makanan berkuah yang berbahan dasar kluak, kemiri, kunyit, bawang merah, dan bawang putih. Rawon ini berisi empal goreng yang rasanya gurih dan sediit manis, disajikan dengan sambal korek dan tauge pendek. Beberapa orang memadukan lezatnya rawon dengan gurihnya telur asin. Hmm pasti kamu sudah membayangkan menyantap rawon dengan suasana Kota Surabaya bersama teman dan kerabatmu. Jangan lupa masukkan menu ini ke bucket list kamu ketika berkunjung ke Surabaya.

Bagaimana, kamu tergiur untuk mencoba menu-menu di atas, bukan? Surabaya memang terkenal dengan makanan dan jajanannya yang endues dengan harga yang merakyat alias ekonomis. Kamu dan orang-orang terdekat dapat menikmati semua makanan tersebut di pedagang kaki lima ataupun warung sederhana sembari jalan-jalan dan berkunjung ke tempat-tempat wisata yang ada di Surabaya dan sekitarnya. Selamat berekreasi dan berkuliner di Kota Pahlawan!

Comment here