Inspirasi

Hati dari Emas Mulia, Pelajaran Memahami Ketidaksempurnaan Manusia

Hati dari Emas Mulia, Pelajaran Memahami Ketidaksempurnaan Manusia

Apakah kita memiliki hati dari emas mulia?

Seringkali kita bertanya-tanya, apakah kita cukup mulia dalam menjalankan hidup ini? Apakah kita berhati emas? Sudah sempurnakah kita? Tulisan ini semoga membuatmu lebih memahami arti kesempurnaan. Apakah kamu sosok berhati emas itu?

Sosok berhati emas berarti orang yang sangat memahami ketidaksempurnaan dirinya dan selalu ikhlas memaafkan ketidaksempurnaan dari yang lain.

Pastinya sulit saat kita mesti memaafkan orang lain. Sebagian besar orang justru dengan gampangnya menuntut yang lain supaya sesuai dengan yang dikehendaki. Padahal, kita juga menyadari bahwa semua jenis tuntutan berlebihan hanya akan menghasilkan kekecewaan.

Apakah kamu sering mengidamkan sosok sahabat yang akan selalu hadir bagimu di saat suka dan duka? Tidak ada yang namanya itu. Siap-siaplah kecewa karena memang tak pernah ada yang dapat mengisi sisi kita di saat suka dan duka.

Semua orang pasti ingin didengarkan, namun belum tentu bersedia hadir demi mendengarkan yang lain. Apakah kamu juga demikian?

Sulit. Seorang kepala perusahaan dikecewakan anak buahnya, dan sebaliknya, banyak karyawan yang merasa kecewa akibat kebijakan kepala perusahaan yang ternyata tidak sesuai yang diharapkan.

Seorang guru menaruh harapan pada murid-muridnya supaya mereka dapat mencerna setiap mata pelajaran. Tapi sebaliknya, murid-murid pun ingin memiliki sosok guru yang mampu mengajar sesuai yang mereka kehendaki.

Kesempurnaan adalah sesuatu yang selalu dituntut manusia. Faktanya, kehidupan semata menawarkan realita yang sangat jauh dari sempurna.

Kalau kamu tidak mampu sempurna di depan orang lain, jangan pernah menuntut kesempurnaan dari yang lain. Cobalah berdamai dan memahami semua keterbatasan yang kamu miliki, dan di saat bersamaan, maafkanlah keterbatasan orang-orang di sekitarmu.

Pertanyaannya; kepada siapa kita mesti menitipkan harapan ketika tidak ada seorang pun yang mampu menjamin dan mewujudkannya?

Jawabannya ada di atas.

Dialah Tuhan. Sang Maha Sempurna, bagi-Nya tidak pernah ada jalan yang buntu. Hanya dari kesempurnaan-Nya, segala yang kita harapkan untuk yang terbaik akan terkabulkan.

Jika kamu menyadari kesempurnaan-Nya, berhentilah mengharapkan kesempurnaan dari yang lain, terlebih lagi manusia. Kamu harus selalu memaafkan ketidaksempurnaan orang lain. Kamu harus menjadi sosok manusia yang berhati emas.

Orang berhati emas adalah mereka yang senantiasa menyadari keterbatasan dan memaafkan ketidaksempurnaan orang lain. Setiap kekurangan manusia merupakan hal biasa karena kita semua juga sangat memahami berjuta kekurangan dalam diri kita sendiri.

Jika kamu berhati emas, kamu akan selalu menjalani hidup yang tenang dan tidak akan pernah ditenggelamkan kekecewaan.

Comment here