Otomotif

Diler Harley Tanggapi Fenomena Ribuan Moge Tak Bayar Pajak

Diler Harley Tanggapi Fenomena Ribuan Moge Tak Bayar Pajak

Tingginya jumlah kendaraan yang belum dibayarkan pajaknya membuat Badan Pajak dan Retribusi Daerah ( BPRD) DKI Jakarta menggelar razia pajak. Tak terkecuali para pemilik motor gede (motor gede) yang disebutkan jumlahnya mencapai ribuan.

Sahat Manalu, Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson ( HD) of Jakarta, mengatakan, kalau pajak STNK, seperti yang dirilis oleh Samsat, hanya 2 persen dari nilai faktur.

“Tapi masalahnya, faktur itu kan sudah berikut pajak import duty, pajak barang mewah yang sudah mahal. Jadi, 2 persen juga dari yang mahal. Mungkin itu teman-teman pada komplain, kok mahal sekali ya,” ujar Sahat, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Sahat memberi contoh, harga Ultra Glide yang Limited Edition. Harga off the road mencapai Rp 1,3 miliar, kalau on the road bisa mencapai Rp 1,5 miliar sampai Rp 1,6 miliar. Nah, kalau 2 persen dari Rp 1,6 miliar berarti sudah Rp 32 juta itu satu tahun. Artinya, 2 persen dari harga pajak yang sudah tinggi.

“Mungkin yang jadi alasan dari teman-teman adalah sudah bayar pajak mahal tapi kok belum bisa merasakan benar-benar benefitnya. Misalnya, jalan macet terus, tidak diperbolehkan masuk tol,” kata Sahat.

Sahat menambahkan, itu bisa dibilang harapan, tapi tentunya ada perdebatan di situ. Sebab, jalan tol bukan hanya masalah kapasitas mesin semata.

“Tapi sebagai diler, kita mendukung pemungutan pajak kendaraan, memang harus dibayar. Tapi balik lagi, pemerintah juga harus mengiringinya dengan perbaikan-perbaikan yang diperlukan teman-teman,” ujar Sahat.

Comment here