Otomotif

Bagaimana Tingkat Keamanan Mobil yang Dimodifikasi Jadi Camper Van?

Bagaimana Tingkat Keamanan Mobil yang Dimodifikasi Jadi Camper Van?

Mobil Recreational Vehicle ( RV) dan camper van yang dibuat oleh karoseri, melakukan banyak perubahan pada bagian interior. Bahkan untuk RV, yang menggunakan sasis dari truk harus dibuat dari nol seperti bodi hingga bagian kabin.

Apabila seperti itu, tentu saja ada hal yang harus diperhatikan terutama dari sisi keamanan dan keselamatan. Lantas, bagaimana bila melakukan modifikasi seperti itu, apakah aman?

Winston Wiyanta, Managing Director dari karoseri Delima Jaya Group di Bogor, pembuat RV dari sasis truk mengatakan, pembuatan bodi RV harus melewati proses pembuatan SKRB yang disetujui oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Karoseri kan membuat bodi baru, jadi desain yang kita buat harus dibuatkan juga SKRB-nya agar bisa di uji kendaraannya. Desain yang dibuat juga mendetail dari bagian luar sampai dalam,” ucap Winston kepada KOMPAS.com, Sabtu (25/1/2020).

Selanjutnya, untuk keamanan di interiornya, pada bagian sopir dan penumpang depan menggunakan seat belt tiga titik yang standar dari pabrik. Untuk setiap kursi yang ada di bagian dalam RV, dilengkapi dengan seat belt dua titik.

Begitu juga yang dikatakan oleh Nadim, Sales Marketing karoseri PT Bahana Selaras (Baze) yang membuat camper van dari Toyota Hiace. Interior mobil Hiace memang di rombak sesuai dengan permintaan pembeli, tapi sisi keamanan juga harus diperhatikan.

“Awalnya kan Hiace bisa mengangkut 13 orang, di rubah jadi hanya empat orang di kabin belakang dengan seat belt dua titik. Untuk kursi yang menghadap samping, tidak diberi seat belt dan tidak disarankan untuk diduduki ketika mobil sedang berjalan,” kata Nadim kepada KOMPAS.com belum lama ini.

Comment here