Otomotif

Pebalap Motor Indonesia Sulit Berkembang karena Masalah Sirkuit

Pebalap Motor Indonesia Sulit Berkembang karena Masalah Sirkuit

Yamaha Indonesia mengakui bahwa keterbatasan sirkuit di Tanah Air, mengakibatkan pebalap sepeda motor Indonesia sulit untuk berkembang dan bersaing secara kompetitif.

Oleh sebab itu, pabrikan garpu tala tersebut mencari peluang untuk pebalapnya yang bakal berlaga di kejuaraan dunia untuk latihan di Eropa.

“Kendala pebalap Indonesia ialah jam terbang untuk latihan, sirkuitnya tidak ada. Kalaupun ada, motornya tidak bisa di push secara maksimal karena di beberapa lintasan tidak bisa rolling speed dan segala macam,” ujar GM Aftersales dan Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) M Abidin di Tangerang, beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, pebalap binaan Yamaha Indonesia, Galang Hendra Pratama, tahun ini akan menghadapi tugas untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Supersport 600 cc atau Wolrd Supersport musim 2020.

Kemampuan pria berusia 20 tahun itu dalam menunggangi motor 300 cc di beberapa musim terakhir diakui Yamaha. Kini, ia diberi kesempatan untuk ‘naik kelas’ mengemudi dengan motor berkapasitas 600 cc.

“Bila dilihat dari kemampuannya beberapa musim terakhir di Supersport 300, Galang memang sudah waktunya naik kelas. Tapi memang kendala kami ada di sirkuit untuk latihan,” kata Abidin.

“Jadi Galang kalau bisa tinggal di Eropa, 5 seri dia full disana sehingga bisa latihan di sirkuit-sirkuit yang mumpuni. Kalau kita menunggu sirkuit Mandalika, terlalu lama,” lanjutnya.

Ditemui pada kesempatan sama, Galang mengaku bahwa bakal mengubah gaya balapnya. Meski belum mendapatkan gaya yang tepat, dengan segera mungkin dirinya harus beradaptasi.

“Karakteristik motornya jauh berbeda. Motor 300 cc masih mengandalkan rolling speed sedangkan 600 cc harus stop and go. Beberapa kali tes dengan motor 600 cc, saya masih terbawa gaya berkendara dengan 300 cc, jadi saya memang harus ubah gaya balap,” katanya.

Comment here