Serba Serbi

Berpikir Kritis Bantu Anak Memecahkan Masalah di Masa Depan

Pendidikan adalah salah satu aspek yang paling penting bagi orang tua untuk anak. Setiap orangtua pasti menginginkan pendidikan untuk buah hati tercinta dengan cara menempatkan anak di sekolah yang baik.

Namun, salah satu kelemahan dari sistem Pendidikan selama ini adalah anak kurang dilatih dalam hal critical thinking (berpikir kritis). Padahal salah satu yang perlu dikuasai oleh generasi mendatang dalam menghadapi era industry 4.0 adalah critical thinking.

Inilah mengapa para orangtua harus lebih cerdas dalam memilih pendidikan untuk anak. Tidak hanya di sekolah formal, namun tambahan di luar sekolah dan mengajarkan berpikir kritis.

Dalam membantu anak berpikir kritis, Eye Level Indonesia memiliki keunggulan materi pembelajaran Critical Thinking Math yang membantu anak berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah melalui latihan soal matematika. Critical Thinking ini juga akan berguna bagi masa depan anak untuk memecahkan masalah dalam setiap persoalan. 

“Fokus materi pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris untuk anak usia 3 hingga 15 tahun. Eye Level menyesuaikan kemampuan si anak dengan level yang berbeda-beda dan memiliki tujuan agar anak tersebut memiliki pondasi dalam belajar sehingga ia akan menjadi seorang anak yang memiliki critical thinking, problem solving, dan lifelong learning”. Ujar Aditiawarman, Marketing Executive Eye Level Indonesia dalam siaran pers.

Dua Fokus Materi

Pendidikan non formal dari Korea Selatan ini memiliki dua fokus dalam materi pembelajaran Matematika, yaitu Basic Thinking Math (Bilangan, Aritmatika, Pengukuran, Persamaan).

Basic Thinking Math juga mengutamakan membantu anak memahami matematika secara umum seperti layaknya pelajaran Matematika di sekolah. Lalu Critical Thinking Math (Pola Hubungan, Geometri, Pengukuran, Pemecahan Soal, Penalaran) membantu penalaran pada otak kiri anak.

“Dengan adanya buku yang sistematis dan menarik, serta alat bantu belajar akan membuat anak semakin semangat dan senang belajar di Eye Level”. Pungkas Aditiawarman 

Comment here