Otomotif

Ternyata ini Fungsi Tombol Rahasia Baru pada Motor Ducati di MotoGP

Ternyata ini Fungsi Tombol Rahasia Baru pada Motor Ducati di MotoGP

Pada sesi tes pra-musim di Sepang, Malaysia, Ducati kedapatan memiliki tombol rahasia baru baru pada motor Desmosedici GP20. Tombol ini berfungsi sebagai fitur baru.

Sebelumnya, rumors berhembus jika tombol rahasia ini, berhubungan dengan sistem untuk akali start, yakni Holeshot Device.

Belakangan ini diketahui fungsi dari tombol yang ada di setang sebelah kiri adalah untuk mengatur geometri sasis. Teknologi ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru, sudah diaplikasikan di sepeda gunung.

Pada sepeda gunung, alat ini lebih dikenal dengan shapeshifter, yang diproduksi oleh pabrikan asal Jerman, Canyon. Alat ini mampu membuat posisi duduk di sepeda gunung menjadi lebih turun, dengan adanya katup yang diberi tekanan antara 9 bar hingga 11 bar, tergantung dari permukaan jalan.

Banyak yang menyebut alat ini sebagai “Ride Height Adjuster” di Ducati. Cara kerjanya tak jauh berbeda dengan Canyon Shapeshifter, yaitu memperpendek jarak main suspensi.

Ketika motor berakselerasi saat keluar tikungan, pebalap bisa mengatur posisi buritan menjadi rendah hanya dengan tombol tersebut.

Efeknya mirip seperti Holeshot Device. Ketika bagian belakang menjadi lebih rendah, tentu keseimbangan motor berubah. Beban juga bertambah ke bagian belakang, secara signifikan meningkatkan potensi pebalap untuk membuka gas lebih agresif.

“Alat ini bekerja seperti Launch Control, tapi tidak hanya bisa dipakai saat start, melainkan di setiap keluar tikungan. Tapi, Anda punya 19.000 pilihan, ini rumit,” ujar Jack Miller.

Otak di balik alat ini siapa lagi kalau bukan Gigi Dall’Igna, General Manager Ducati Corse. Diketahui, Gigi juga menyukai olahraga sepeda, sehingga tak heran dirinya mendapat inspirasi dari teknologi tersebut.

Miller mengaku sudah pernah menggunakan alat ini tahun lalu saat di Buriram, Thailand. Tapi, kompetitornya baru menyadari saat sesi tes di Sepang.

“Itu sebabnya Alex Rins selalu mengikuti saya di setiap tikungan di Malaysia,” kata Miller.

Namun, alat ini belum benar-benar terbukti ampuh jika dilihat dari catatan waktu tiap pebalapnya. Andrea Dovizioso berada di urutan ke-10 dan Danilo Petrucci di urutan ke-16.

Comment here